Sumur Bor KASAD Atasi Krisis Air Bersih Warga Sukagalih Cianjur

    Sumur Bor KASAD Atasi Krisis Air Bersih Warga Sukagalih Cianjur
    Dandim 0608/Cianjur, Letkol Inf Bistok Barry Simarmata, S.Hub.Int., M.S.S

    CIANJUR - Kabar baik menyelimuti Kampung Cipurut, Desa Sukagalih, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur. Program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) kini hadir membawa solusi nyata untuk mengatasi krisis air bersih yang telah lama membelit warga. Sebuah sumur bor yang menjadi harapan baru kini berdiri kokoh, menandai kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap kesulitan masyarakat.

    Kehadiran fasilitas air bersih ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan angin segar yang sangat dinantikan. Bagi masyarakat pedalaman Cianjur, akses terhadap sumber air yang layak selama ini menjadi perjuangan berat, terutama saat musim kemarau melanda. Anak-anak sekolah dan para ibu rumah tangga terpaksa menempuh jarak jauh atau mengandalkan sumber air permukaan yang kualitasnya tak terjamin, sebuah kondisi yang memprihatinkan dan mengancam sanitasi serta kesehatan.

    Personel TNI dari Kodim 0608/Cianjur menunjukkan dedikasi luar biasa dalam setiap tahapan proyek ini. Mereka bertindak sebagai pengawas dan pendamping aktif di lapangan, memastikan setiap detail pengerjaan berjalan sesuai rencana dan siap mengatasi kendala teknis bersama warga. Bahkan, rasa tanggung jawab yang tinggi terpancar dari Dandim 0608/Cianjur, Letkol Inf Bistok Barry Simarmata, S.Hub.Int., M.S.S., yang secara langsung meninjau dan mengecek progres sumur bor pada Hari Rabu, 20 Mei 2026.

    Proses pembangunan sumur bor ini dikerjakan dengan profesional oleh CV SBN (Sumur Bor Nusantara). Selama kurang lebih tiga minggu, mulai tanggal 06 Mei 2026 hingga tuntas sempurna pada 28 Mei 2026, sinergi antara jajaran Kodim 0608/Cianjur, pihak pemborong, dan warga setempat menciptakan kolaborasi yang lancar tanpa hambatan berarti.

    Urgensi pembangunan sumur bor di Kampung Cipurut memang sangat tinggi. Wilayah ini merupakan salah satu titik paling rentan terhadap krisis air bersih. Keterbatasan sumber air layak memaksa warga untuk berjuang keras demi kebutuhan MCK (Mandi, Cuci, Kakus) dan konsumsi harian. Kondisi ini tak hanya menguras tenaga, tetapi juga memicu kedaruratan di bidang sanitasi dan kesehatan yang dapat menurunkan kualitas hidup.

    Dampak positif dari program KASAD ini terasa begitu masif. Sebanyak 97 Kepala Keluarga (KK) atau 345 jiwa kini dapat menikmati aliran air bersih yang memadai. Tak hanya pemukiman warga, sektor pendidikan pun turut merasakan manfaatnya. Sebanyak 80 murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) di wilayah tersebut kini memiliki fasilitas sanitasi yang jauh lebih higienis, sebuah perubahan signifikan yang diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan belajar. (PERS)

    kemanusiaan tni ad air bersih cianjur program sosial sanitasi
    Updates.

    Updates.

    Artikel Sebelumnya

    Sinergi TNI-Polri dan Pemda, Anggota Koramil...

    Artikel Berikutnya

    Eratkan Kebersamaan di Hari Raya, Babinsa...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Pangdam III/Siliwangi: Sertijab Dandeninteldam Jadi Momentum Perkuat Soliditas dan Profesionalisme Prajurit
    Eratkan Kebersamaan di Hari Raya, Babinsa Desa Sukarama Gelar Silaturahmi Bersama Tokoh Agama
    Sumur Bor KASAD Atasi Krisis Air Bersih Warga Sukagalih Cianjur
    Sinergi TNI-Polri dan Pemda, Anggota Koramil 0608-04/Cipanas Kawal Eksekusi 47 Bangunan Liar di Jalur Puncak Ciloto
    Pangdam III/Siliwangi: Jadikan Idul Adha Momentum Memperkuat Iman, Pengorbanan, dan Kemanunggalan TNI-Rakyat

    Ikuti Kami